Thursday, August 11, 2022

MENGUAK KISAH CINTA GAJAH MADA

Penulis: Sri Wintala Achmad

Judul Buku: Gajah Mada (Kisah Cinta & Kisah Penakluk-Penaklukannya)

Penerbit: Araska Publisher

Harga: Rp 69.000

Stok: Masih



Gajah Mada merupakan tokoh yang mencetuskan Gagasan Nusantara dan pengikrar Sumpah Palapa di hadapan Raja Tribhuwana Tunggadewi. Melalui jalan perang, Gajah Mada berhasil menaklukkan sebagian besar wilayah nusantara di bawah pemerintahan pusat Majapahit.

Di dalam melancarkan serangannya ke beberapa wilayah yang menjadi capaian target Sumpah Palapa, Gajah Mada sekadar sebagai pengatur siasat perang. Sementara, pihak yang mengeksekusi siasat perang tersebut adalah Panglima Tertinggi Majapahit yakni Laksamana Nala.

Fakta bahwa Gajah Mada sekadar sebagai pengatur siasat perang dalam misi menundukkan wilayah-wilayah di nusantara di bawah kekuasaan Majapahit jarang diketahui publik. Karenanya buku ini akan menjelaskan mengenai fakta tersebut. Di samping, siasat perang Gajah Mada yang terinspirasi dari para raja-raja Jawa dan naskah-naskah kuna akan dibahas dengan tuntas.

Tidak ketinggalan pula, sisi kehidupan Gajah Mada yang berkaitan dengan kisah cintanya dengan Puranti, Ken Bebed, Ni Luh Ayu Sekarini, dan Dyah Pitaloka Citraresmi akan dikuak di dalam buku ini. Sejarah hidup Gajah Mada pun menjadi lengkap, ketika bahasan mencakup silsilah, asal-usul, karir, dan masa surutnya.

Dengan membaca buku ini, Anda akan mengetahui sisi lain Gajah Mada yang belum banyak diketahui khalayak.

BUKU HITAM PUTIH GAJAH MADA (MASIH ADA STOK)

Penulis: Sri Wintala Achmad

Kategori: Sejarah

Judul Buku: Hitam Putih Gajah Mada

Penerbit: Araska Publisher

Harga: Rp 54.000

Stok: Masih


Gajah Mada adalah Mahapatih Amangkubhumi Majapahit yang sangat tersohor namanya. Akan tetapi di balik ketersohoran namanya, Sang Pengikrar Sumpah Palapa tersebut menyimpan segudang misteri. Kemisteriannya tidak hanya berkaitan dengan silsilah; namun pula berhubungan dengan perjalanan karirnya, Sumpah Palapa yang diikrarkannya, keterlibatannya dalam Perang Bubat, serta akhir kehidupannya yang sangat ironis.

Karena kemisteriannya, Gajah Mada yang namanya tercatat pada Prasasti Singhasari, Kakawin Nagarakretagama, Serat Pararaton, Kidung Sunda, Babad Gajah Maddha, Babad Tanah Jawa, Serat Damarwulan, Kitab Usana Jawa, dan Babad Arung Bondan sangat menarik untuk dikaji dan dianalisa berdasarkan fakta dan fiksi sejarah. Selain pula berpijak pada teori para sejarawan, semisal: Slamet Muljana, Agus Aris Munandar, Muhamad Yamin, Hasan Djafar, dll.

Melalui buku ini, Sri Wintala Achmad berupaya mengkaji dan menganalisa perihal riwayat hidup Gajah Mada berdasarkan sumber-sumber terpercaya. Sehingga kehadiran buku ini bisa dimaknai sebagai sinar terang yang dapat menyingkap misteri Gajah Mada secara transparan.

Membaca buku ini, Anda pula akan mendapatkan pemahaman baru bahwa Gajah Mada bukan manusia setengah dewa bak Bima sebagaimana yang digambarkan Muhamad Yamin, namun manusia biasa yang tidak luput dari kelebihan dan kekurangannya. Tidak lepas dari sisi hitam dan putihnya.

 

 

 


Monday, August 8, 2022

Perang Bubad | Membongkar Fakta Kerajaan Sunda & Kerajaan Majapahit

Kategori: Sejarah

Judul: Perang Bubad | Membongkar Fakta Kerajaan Sunda & Kerajaan Majapahit

Penulis: Sri Wintala Achmad

Harga: Rp 69.500

STOK MASIH


DI BALIK kejayaannya, Majapahit pernah mengalami kecelakaan sejarah yang berupa Perag Bubat. Perang antara rombongan pengiring pengantin Sunda versus pasukan Bhayangkara Majapahit. Perang tersebut timbul karena Mahapatih Amangkubhumi Gajah Mada memaksa Maharaja Linggabuana Wisea menyerahkan Dyah Pithaloka Citraresmi sebagai tanda takluk Sunda pada Majapahit, bukan sebagai penganting Hayam Wuruk.

Berita perihal Perang Bubat tidak terdapat pada prasasti atau naskah-naskah yang dikeluarkan pada semasa atau paska pemerintahan Hayam Wuruk di Majapahit atau Maharaja Linggabuana Wisesa di Sunda. Namun Perang Bubat hanya dikisahkan di dalam naskah-naskah yang diterbitkan sesudah runtuhnya Majapahit, semisal: Kidung Sunda, Kidung Sundayana, Serat Pararaton, Carita Parahyangan, Babad Dalem, atau Hikayat Sang Bima.

Fakta bahwa Perang Bubat hanya dikisahkan di dalam naskah-naskah terbitan paska runtuhnya Majapahit, maka muncullah dugaan dari para sejarawan bahwa perang tersebut tidak lebih cerita bohong dari kaum kolonial atau pihak tertentu. Dengan tujuan, cerita bohong yang mereka publikasikan tersebut diharapkan mampu mengadu domba antara masyarakat Sunda (Jawa Barat) dan masyarakat Majapahit (Jawa Timur).

Pro dan kontra perihal Perang Bubat sebagai fakta atau kebohongan sejarah masih berlangsung di kalangan pecinta literasi sejarah. Karenanya melalui buku ini, Anda akan mendapatkan informasi mengenai kisah Perang Bubat dari berbagai sumber pustaka, seperti Kidung Sunda, Kidung Sundayana, Serat Pararaton, Carita Parahyangan, Babad Dalem, atau Hikayat Sang Bima. Sekaligus Anda akan mendapatkan jawaban apakah Perang Bubat merupakan fakta atau kebohongan sejarah yang masih menjadi pertanyaan besar hingga sekarang.

Selamat membaca!

Monday, May 20, 2019

RATU KALINYAMAT (Antara Cinta, Dendam, dan Tahta)


Kategori: Sejarah
Penulis: Sri Wintala Achmad
Judul: RATU KALINYAMAT (Antara Cinta, Dendam, dan Tahta)
Harga: Rp 59.000
Penerbit   Araska
(STOK MASIH)


Semula Jepara yang merupakan wilayah bawahan Kesultanan Demak dikenal dengan Kalinyamat. Semasa pemerintahan Sultan Trenggana, Kalinyamat dipimpin oleh putrinya bernama Retna Kencana. Karena sebagai pimpinan Kalinyamat, Retna Kencana dikenal dengan Ratu Kalinyamat.
Selain menobatkan Retna Kencana sebagai ratu di Kalinyamat, Sultan Trenggana mengangkat Pangeran Hadiri sebagai pimpinan di Mantingan. Tidak lama sesudah pernikahan antara Pangeran Hadiri dan Ratu Kalinyamat, Mantingan dan Kalinyamat disatukan. Sebagai pemimpin kerajaan baru itu adalah Pangeran Hadiri. Retna Kencana hanya berkedudukan sebagai permaisuri.
Retna Kencana kembali menjadi raja sesudah Arya Penangsang yang membunuh suaminya itu gugur di tangan Sutawijaya. Sewaktu pemerintahan Retna Kencana, Kalinyamat mengalami masa keemasan. Tetapi ketika Pangeran Arya Jepara berkuasa, Kalinyamat yang diserang Mataram itu mengalami keruntuhannya.
Fakta bahwa Retna Kencana merupakan seorang ratu yang dapat membawa kejayaan rakyat dan kerajaan Kalinyamat bukan isapan jempol. Dengan spirit patriotismenya, Retna Kencana mengirim armada perang untuk membantu Johor, orang-orang Hitu di Maluku, dan Aceh Darussalam dalam melawan imperalisme Portugis di Malaka. Hal ini yang melatarbelakangi pengakuan orang-orang Portugis bahwa Retna Kencana merupakan wanita pemberani.
Selain memiliki sifat patriotisme, Retna Kencana memiliki cinta dan kesetiaan terhadap Pangeran Hadiri. Berkat kesetiaan pada suaminya, Retna Kencana tidak menikah lagi hingga tidak memiliki putra sampai akhir hayatnya.
Bahasan menjadi menarik ketika melihat di balik sifat positifnya, Retna Kencana memiliki sifat pendendam. Terbukti Retna Kencana nekat melakukan tapa wuda asinjang rikma (bertapa telanjang dengan rambut sebagai kain penutup aurat) yang merupakan bentuk permohonan total pada Tuhan atas kematian Arya Penangsang. Selain bertapanya itu dapat dimaknai sebagai protes terhadap tuntutan Arya Penangsang untuk menjadi pewaris tahta Demak dengan menyingkirkan Prawata, Hadiri, dan Hadiwijaya.
Selain membahas mengenai cinta, kesetiaan, dendam, patriotisme, dan kepemimpinan Retna Kencana, buku ini menguak ajaran-ajarannya. Kisah Ratu Kalinyamat dalam Babad Tanah Jawa pula menjadi pelengkap untuk mengenal lebih dekat tentang figur legendaris itu. Sehingga kehadiran buku ini bukan sekadar menginspsirasi bagi pembaca, namun pula menjawab tentang siapakah Retna Kencana. Seorang tokoh wanita Kalinyamat yang dalam tinjauan sejarahnya tidak dapat dilepaskan dengan kisah faktual dan fiktifnya

Wednesday, April 10, 2019

UNTUNG SURAPATI

Kategori: Sejarah
Penulis: Sri Wintala Achmad
Judul: UNTUNG SURAPATI
(Dari Kisah Perjuangan hingga Kisah Anak Cucunya)
Penerbit: Araska Publisher
Harga: Rp 59.000
(STOK MASIH)


Deskripsi
Dalam sejarah kerajaan di Pulau Jawa yang bermula sejak era Mataram Islam tidak bisa dilepaskan dengan praktek kolonialisasi dari bangsa asing, seperti: Portugis, VOC (Belanda), Inggris, dan Jepang. Timbulnya kolonialisasi di nusantara sering menimbulkan perlawanan atau pemberontakan dari putra pribumi. Sungguhpun keberadaan bangsa kolonial tersebut sering dimanfaatkan oleh penguasa-penguasa pribumi dalam upaya merebut, mendapatkan, dan memertahankan tahta kekuasaan.


Sejak VOC mencengkeramkan kuku-kuku kekuasaan di Pulau Jawa, timbul perlawanan Sultan Agung, raja Mataram Islam ke-4. Pada era pemerintahan Sunan Amangkurat I yang pro VOC, timbul pemberontakan Trunajaya. Semasa pemerintahan Sunan Amangkurat II di Kasunanan Kartasura, timbul perlawanan Untung Surapati terhadap VOC. 
Menguak kisah pemberontakan Untung Surapati terhadap kekuasaan VOC sesudah dijebloskan di dalam penjara hingga menjadi adipati di Pasuruhan cukup menarik. Dikarenakan semasa perjuangannya, ia berada di antara politik VOC dan Sunan Amangkurat II. Di satu sisi, VOC ingin menangkapnya. Di sisi lain, ia dilindungi oleh Sunan Amangkurat II dari buruan VOC karena dimanfaatkan sebagai tangan rahasia yang bertugas memerluas wilayah kekuasaan Kartasura di Jawa Timur.
Sungguh buku ini menarik untuk dibaca. Mengingat selain memaparkan riwayat hidup Untung Surapati sejak kecil hingga gugur sebagai anti-VOC, buku ini mengisahkan perjuangan keturunan Untung Surapati sejak Perang Suksesi Jawa I hingga Perang Suksesi Jawa II di Kartasura. Dengan membaca buku ini, Anda akan semakin mengetahui kisah perjuangan seorang budak yang berakhir menjadi penguasa di Pasuruhan.

Friday, March 22, 2019

SEJARAH KEJAYAAN SINGHASARI


Kategori: Sejarah
Judul: Sejarah Kejayaan Singhasari
Penulis: Sri Wintala Achmad
Penerbit  Araska Publisher
Harga: Rp 56.000
(STOK MASIH)


Deskripsi
Sejarah adalah fakta. Karenanya dalam menguak sejarah bukan sepenuhnya mengacu pada mitos, tutur tinular, atau karya fiksi; melainkan lebih berdasarkan data-data valid dan teori-teori terpercaya dari para sejarawan. Sehingga penulisan sejarah tidak identik dengan mengarang sejarah.
Berpedoman pada statement di muka, penulisan sejarah Singhasari ini cenderung mengacu pada data-data valid dan teori-teori terpercaya. Sehingga kehadiran buku ini akan menjadi pegangan dalam menguak fakta sejarah Singhasari yang sering dirancukan dengan mitos kerajaan terkait sebagaimana dikisahkan oleh Serat Pararaton, Kakawin Nagarakretagama, Kidung Harsawijaya, dan lain-lain.
Selain data-data valid dan teori-teori terpercaya, penulisan sejarah Singhasari ini niscaya melibatkan analisa logis, kritis, dan obyektif. Sehingga dalam pemotretan sejarah Singhasari akan mencapai tingkat faktual dan menjauhi mitos yang selama ini diyakini sebagai kebenaran oleh sebagian besar masyarakat.
Berprinsip pada penulisan ideal dan tidak bertendensi politis, diharapkan buku ini menjadi kunci bagi Anda dalam membuka tabir sejarah Singhasari yang diawali dari Kanjuruan hingg Majapahit pada era Hayam Wuruk. Semoga buku ini memberikan kontribusi pengetahuan sejarah Singhasari. Salah satu kerajaan besar di Jawa yang menginspirasi timbulnya Nusantara.[]

SULTAN AGUNG, MENELUSUI JEJAK-JEJAK KEKUASAAN MATARAM



Kategori: Sejarah
Penulis: Krisna Bayu Adji & Sri Wintala Achmad                       
Judul: SULTAN AGUNG, MENELUSUI JEJAK-JEJAK KEKUASAAN MATARAM
Penerbit: Araska Publsiher
Harga: Rp 59.000
(STOK MASIH)

Deskripsi
Mataram Islam merupakan kerajaan yang muncul sesudah Kesultanan Pajang mengalami masa surut. Sejak di bawah pemerintahan Panembahan Senapati, Mataram sudah melakukan ekspansi wilayah kekuasaan. Apa yang dilakukan Senapati, pula dilaksanakan oleh Sunan Adi Prabu Hanyakrawati. Namun, hasil yang dicapainya tidak segemilang yang diraih ayahnya.
Puncak keberhasilan ekspansi wilayah kekuasaan Mataram baru dicapai semasa pemerintahan Sultan Agung. Melalui Sultan Agung yang sangat ambisius untuk menjadi raja satu-satunya di Pulau Jawa, Mataram berhasil menguasai banyak kerajaan di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian Jawa Barat. Dikatakan sebagian, karena Kesultanan Banten yang terletak di Jawa Barat itu tidak pernah dikuasai Sultan Agung.
Sekalipun kalah perang melawan VOC di Batavia sehingga gagal menguasai Kesultanan Banten, Sultan Agung tetap diakui sebagai raja besar. Karena selain menguasai strategi perang, Sultan Agung sangat memerhatikan kehidupan budaya dan kesusastraan. Sehinggga pada era pemerintahnya, lahirlah karya adiluhung “Sastra Gendhing”, Kalender Jawa, dan Bahasa Bagongan. Selain itu, Sultan Agung dikenal sebagai pencetus falsafah kepemimpinan Jawa.
Banyak kisah yang bisa diungkap dari tokoh Sultan Agung. Karenanya dengan membaca buku ini, Anda akan mengetahui betapa ambisinya Sultan Agung untuk mampu menaklukkan Lumajang, Malang, Lasem, Pasuruhan, Tuban, Madura, Surabaya, Giri Kedaton, Blambangan, dll. Sebaliknya, betapa kecewanya ketika Sultan Agung mengalami kekalahan saat melawan VOC sehingga gagal menundukkan Banten. Hanya melalui buku ini, Anda akan menjadi orang pertama yang berhasil menguak sosok Sultan Agung secara lengkap dan utuh.[]

Wednesday, November 7, 2018

SEJARAH PARA RAJA DAN ISTRI-ISTRI RAJA JAWA

Kategori: Sejarah
Judul: Sejarah Para Raja dan Istri-Istri Raja Jawa
Penulis: Krisna Bayu Adji
Harga: Rp 57.500
Harga Diskon: Rp 48.675
Penerbit: Araska Publisher
(STOK HABIS)



Deskripsi
Buku ini menguraikan catatan-catatan dalam bentuk ensklopedia mengenai raja-raja yang pernah berkuasa di tanah Jawa dan istri-istri raja yang kiprahnya dalam memajukan negeri

ENSKLOPEDI RAJA-RAJA DAN ISTRI-ISTRI RAJA DI TANAH JAWA

Penulis: Krisna Bayu Adji
Kategori: Sejarah
Judul: Ensklopedi Raja-Raja 
dan Istri-Istri Raja di Tanah Jawa
Harga: Rp 59.500
Harga Diskon: Rp 50.750
Penerbit: Araska Publisher
Harga: Rp 59.000
(STOK MASIH)



Deskripsi
Buku ini menguraikan catatan-catan dalam bentuk ensklopedia mengenai raja-raja yang pernah berkuasa di Jawa dan istri-istri raja di tanah Jawa yang kiprahnya dalam memajukan negeri tidak dapat dinafikan. Menilik jejak sejarah raja-raja dari Wangsa Sanjaya hingga Hamengkubuwono IX amatlah menarik dan bermanfaat. Selain dapat memerluas pengetahuan kesejarahan, pembaca dapat menangkap nilai-nilai edukatif dari balik kebijakan para raja dan istrinya semasa menjabat sebagai pemimpin negeri.

Thursday, November 1, 2018

ASAL-USUL SEJARAH ORANG JAWA

Penulis: Sri Wintala Ahmad
Kategori: Sejarah
Judul: ASAL-USUL SEJARAH ORANG JAWA
Penerbit : Araskan Publisher
(STOK HABIS)


Deskripsi
Buku ini dapat mengenalkan asal-usul, sejarah beserta kepribadian, kebudayaan, filsafat, dan pamali orang Jawa akan generasi Jawa yang diharapkan dapat menenmukan kejawaan-nya kembali. Mengingat anyak generasi Jawa semakin pangling dengan segala hal yang berhubungan dengan jawa.

https://www.bukalapak.com/u/sriwintalaachmad?from=dropdown

Wednesday, October 31, 2018

13 RAJA PALING BEPENGARUH SEPANJANG SEJARAH KERAJAAN DI TANAH DI JAWA

Kategori: Sejarah
Penulis: Sri Wintala Achmad
Judul: 13 RAJA PALING BEPENGARUH 
SEPANJANG SEJARAH KERAJAAN DI TANAH DI JAWA
(STOK HABIS)


Deskripsi:
Sejarah kerajaan di tanah Jawa bermula sejak munculnya tiga kerajaan dengan pusat pemerintahannya terletak di bagian utara (pantai utara) Jawa Tengah. Ketiga kerajaan tersebut, antara lain: kerajaan yang didirikan Raja Santanu, Depunta Sailendra, dan Ratu Shima. Kerajaan yang didirikan Raja Santanu dan Depunta Sailendra itu tidak diketahui namanya. Sementara kerajaan yang didirikan Ratu Shima bernama Kalingga. Suatu kerajaan yang terletak di wilayah Jepara.    
Pasca Kalingga, muncullah kerajaan-kerajaan di tanah Jawa (Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta) yang dimulai dengan Medang, dan berlanjut Kahuripan, Kadiri dan Janggala, Singhasari, Majapahit, Demak, Pajang, Mataram, Kartasura, Surakarta, Yogyakarta, Mangkunegaran, dan Pakualaman.
Munculnya kerajaan-kerajaan di Jawa niscaya disertai lahirnya raja-raja besar yang tersohor namanya karena prestasinya semasa melaksanakan tugas negara. Raja-raja yang namanya pantas diabadikan dalam kitab sejarah itu, yakni: Ratu Sanjaya, Samaratungga, Mpu Manuku, Dyah Balitung, Mpu Sindok, Airlangga, Mapanji Jayabhaya, Kertanagara, Hayam Wuruk, Raden Patah, Sultan Agung, Sunan Pakubuwana IV, dan Sri Sultan Hamengkubuwana IX.
Dari ketigabelas raja besar yang riwayat kehidupannya dibeber dalam buku ini sangat layak untuk Anda ketahui. Kebijakan-kebijakan yang mereka terapkan pantas Anda teladani. Karenanya dengan membaca buku yang sangat berharga ini, Anda tidak merasa buang-buang waktu percuma. Mengingat pengetahuan tentang raja-raja terbesar sepanjang sejarah kerajaan di tanah Jawa serta nilai-nilai edukatifnya akan Anda dapatkan. [ ]

PETUAH-PETUAH LELUHUR JAWA


Kategori: Filsafat
Penulis: Sri Wintala Achmad
Judul: PETUAH-PETUAH LELUHUR JAWA
Penerbit: Araska Publisher
(STOK HABIS)


Deskripsi:
Tidak banyak anak, pemuda, dan orang tua yang mengenal petuah-petuah leluhur Jawa yang mengalami proses sosialisasi karena tradisi tutur-tinular. Hal ini dikarenakan, petuah-petuah leluhur Jawa dalam serat yang merupakan karya para pujangga keraton semula hanya dapat dibaca dan dipahami maknanya oleh raja serta orang-orang tertentu di lingkup istana.
Selain petuah-petuah leluhur Jawa yang terdapat dalam serat, anak-anak dan para pemuda tidak banyak yang mengerti tentang petuah-petuah di balik mitos, cerita rakyat, lelagon, dan dolanan. Mengingat banyak orang tua tidak menjelaskan kepada generasinya tentang makna yang tersirat di balik empat produk budaya Jawa tersebut. Tidak menjelaskan dikarenakan memang kurang atau tidak tahu sama sekali.
Berangkat dari realitas tersebut, maka buku yang membeberkan mengenai petuah-petuah leluhur Jawa yang tersirat di dalam serat, mitos, cerita rakyat, lelagon, dan dolanan ini dihadirkan. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak, para pemuda, dan orang tua dapat mengenal petuah-petuah leluhur Jawa yang kegunaannya dapat membangun kepribadian, mentalitas, dan moralitas bangsa.
Karenanya dengan membaca buku ini; anak-anak, para pemuda, dan orang tua akan mengenal pandangan leluhurnya tentang kearifan, cinta-kasih, kejujuran, dan laku utama lainnya. Dengan mengenalnya, anak-anak, para pemuda, dan orang tua akan memahami bahwa leluhur mereka lebih mengutamakan persoalan spiritualitas ketimbang masalah materi yang bersifat maya. Persoalan spiritualitas yang dapat menjawab bagaimana agar dapat hidup damai dalam hubungan horisontal dan transendental. Hubungan antara manusia dengan Tuhan. [ ]


SEJARAH ISLAM DI TANAH JAWA

Penulis: Sri Wintala Achmad
Kategori: Sejarah
Judul: SEJARAH ISLAM DI TANAH JAWA
Penerbit: Araska Publisher
(STOK HABIS)


Deskripsi:
Menurut Teori Makkah yang dikemukaan Hamka, Islam masuk di Nusantara melalui para pedagang muslim dari Arab pada Abad ke-7. Bila teori tersebut benar, Islam mulai masuk di Nusantara ketika Tanah Jawa dikuasai Kartikeyasingha dan Ratu Jay Shima dari Kerajaan Kalingga. Namun bila teori Gujarat dan Persia yang benar, maka Islam yang masuk di Nusantara pada abad ke-13 tersebut bertepatan dengan Tanah Jawa masih dalam kekuasaan Singhasari atau mulai dalam kekuasaan Majapahit.
Awal-mula syiar Islam yang dilakukan para pedagang muslim baik dari Arab, Gujarat, maupun Persia kepada orang-orang Jawa amatlah berat. Mengingat dari abad ke-7 hingga ke-13, masyarakat Jawa masih memeluk agama Buddha atau Hindu, sebagaimana agama yang dianut oleh raja mereka. Namun sesudah surutnya Majapahit dan munculnya Kesultanan Demak, syiar Islam yang dilakukan Majelis Dakwah Walisanga relatif lebih mudah.
Melacak jejak sejarah Islam di Tanah Jawa yakni sejak masuknya hingga mulai berkembangnya di masa Kesultanan Demak dan mencapai puncak perkembangan semasa Kesultanan Pajang, Kesultanan Mataram, Kasunanan Kartasura, Kasunanan Surakarta, dan Kesultanan Yogyakarta sungguh menarik. Karenanya dengan membaca tuntas buku ini, Anda akan mengetahui secara gamblang mengenai sejarah Islam di Tanah Jawa.
Hal lain yang tidak kalah menariknya, buku ini menguak mengenai kiat syiar Islam Majelis Dakwah Walisanga dengan melalui pendekatan seni-budaya, sosial, pendidikan, dan personal. Buku ini pula menguak mengenai ajaran-ajaran Sunan Bonan, Sunan Kalijaga, Sunan Giri, dan Sunan Drajat; riwayat kehidupan Syekh Siti Jenar, Syekh Malang Sumirang, dan Kebo Kenanga; serta sejarah kerajaan-kerajaan Islam baik di Tanah Jawa maupun di Jawa Barat.
Melalui buku ini, Anda akan menjadi orang pertama yang mengetahui secara lengkap mengetahui sejarah Islam di Tanah Jawa. [ ]

SEJARAH PEMBERONTAKAN KERAJAAN DI JAWA

Kategori: Sejarah
Penulis: Sri Wintala Achmad
Judul: SEJARAH PEMBERONTAKAN KERAJAAN DI JAWA
Penerbit: Araska Publisher
(STOK HABIS)



Deskripsi:
Banyak orang mengatakan bahwa Jawa merupakan wilayah subur yang sering dipuji sebagai tanah surga. Karenanya tidak heran bila dalam sejarahnya Jawa semula menjadi pusat kerajaan-kerajaan besar, seperti: Medang, Kahuripan, Kadiri, Singhasari, Majapahit, Demak, Pajang, Mataram, Kartasura, Surakarta, dll. Kerajaan-kerajaan yang pernah mengalamai masa kejayaan dan kemakmuran karena didukung alamnya yang subur dan kaya hasil bumi.
Akan tetapi bila merunut pada catatan sejarah, beberapa kerajaan besar yang pernah mengalami masa kejayaan itu berakhir dengan keruntuhannya secara tragis. Keruntuhan itu dikarenakan serangan negara lain atau pemberontakan baik yang dilakukan keluarga istana, punggawa, maupun bawahan. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat banyak tokoh kerajaan yang ingin menjadi raja agar dapat menguasai hasil bumi.
Fakta sejarah bahwa beberapa kerajaan besar di Jawa telah menyimpan riwayat kelam pemberontakan. Sebagai misal: Medang dengan pemberontakan Mpu Kumbhayoni, Dyah Wawa, dll. Kadiri dengan pemberontak Ken Arok. Singhasari dengan pemberontakan Jayakatwang. Majapahit dengan pemberontakan Ranggalawe, Girindrawardhana, dll. Demak dengan pemberontakan Ki Ageng Pengging II. Pajang dengan pemberontakan Pangeran Banawa. Mataram dengan pemberontakan Adipati Pragola I, Trunajaya, dll. Kartasura dengan pemberontakan Pangeran Puger, Sunan Kuning, dll. Surakarta dengan pemberontakan Pangeran Mangkubumi, Raden Mas Said, dll. Fakta sejarah inilah yang membuka mata bahwa di balik kesuburan tanah Jawa telah dilumuri darah korban pemberontakan demi kekusaan.
Dengan membaca buku ini, Anda akan ditunjukkan pada sejarah pemberontakan di era kerajaan Medang hingga pasca Mataram. Selain itu, Anda akan dibawa pada suatu pemahaman bahwa kemakmuran suatu wilayah (negara), takhta kekuasaan, ketidakbijakan dan ketidakadilan, serta pemberontakan memiliki hubungan kausalitas yang tidak terpisahkan. Melalui buku ini, Anda akan semakin tahu bahwa dengan sejarah, manusia bisa menjadi lebih bijak. [ ]

POLITIK DALAM SEJARAH KERAJAAN JAWA

Penulis: Sri Wintala Achmad
Kategori: Politik & Sejarah
Judul: POLITIK DALAM SEJARAH KERAJAAN JAWA
Penerbit: Araska Publisher
(STOK HABIS)



Deskripsi:
Politik adalah metode (cara) untuk bisa meraih apa yang dituju. Sebagai metode, politik tidak hanya digunakan para politikus yang duduk di gedung parlemen, namun pula bagi pemimpin negara beserta wakil dan menteri-menterinya di dalam merealisasikan tujuan negara. Politik tidak hanya diterapkan di masa kini, namun sudah diterapkan sejak berabad-abad silam oleh para pemimpin negara (kerajaan) beserta punggawanya.
Berdasarkan sejarah kerajaan-kerajaan di Jawa, politik tidak hanya digunakan oleh para raja beserta punggawanya di dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat dan negaranya; namun pula sering disalahgunakan untuk mendapatkan (merebut) kekuasaan yang lebih tinggi atau wilayah jajahan yang lebih luas. Akibatnya, pemberontakan dan perang saudara yang menelan banyak korban harta, benda, jiwa, dan raga tidak dapat terhindari.
Politik dalam sejarah kerajaan-kerajaan di Jawa sudah diterapkan sejak pemerintahan Mataram Kuno (atau bahkan Kalingga) hingga pemerintahan kerajaan-kerajaan berikutnya. Karenanya melalui buku ini, Anda akan dibawa untuk mengenal politik dari raja-raja dan tokoh-tokoh penting yang hidup sejak kerajaan Mataram Kuno (periode Jawa Tengah dan Jawa Timur), Kahuripan, Janggala, Kadiri, Singhasari, Majapahit, Kesultanan Demak, Kesultanan Pajang, hingga Mataram Islam.
Dengan menyimak sampai tuntas atas kandungan buku ini, Anda akan mengetahui betapa indahnya politik saat digunakan untuk merealisasikan kesejahteraan rakyat dan negaranya, dan sekaligus betapa busuknya politik saat diterapkan sebagai jembatan untuk mendapatkan (merebut) kekuasaan dengan cara tidak terpuji. Hanya buku ini yang akan memberikan jawaban mengenai substansi politik dalam konteks kekuasaan.[ ]

BABAD GIYANTI (PALIHAN NAGARI & PERJANJIAN SALATIGA)

Penulis: Sri Wintala Achmad
Kategori: Sejarah
Judul: BABAD GIYANTI 
(PALIHAN NAGARI & PERJANJIAN SALATIGA)
Penerbit: Araska Publisher
(STOK HABIS)



Deskripsi:
Timbulnya Perang Suksesi Jawa III dikarenakan benturan kepentingan kekuasaan antar trah Sunan Amangkurat IV, yakni: Sunan Pakubuwana II, Sunan Pakubuwana III, Pangeran Mangkubumi, dan Pangeran Mangkunagara yang mendapatkan intervensi politis dari pihak Kumpeni. Namun perang yang bukan sekadar melibatkan antar trah Sunan Amangkurat IV, melainkan pula Kumpeni dan para adipati mancanegara tersebut dapat diredam sesudah terwujudnya Perjanjian Giyanti yang berujung Palihan Nagari serta Perjanjian Salatiga.
Agar dapat menguak tentang Perang Suksesi Jawa III, Perjanjian Giyanti (Palihan Nagari), dan Perjanjian Salatiga secara valid harus berdasarkan fakta sejarah. Salah satu fakta sejarah yang dapat digunakan sebagai pisau bedah untuk memahami ketiga hal di muka adalah Babad Giyanti. Karenanya, bahasan di dalam buku ini dilengkapi dengan pengisahan dan penelaahan Babad Giyanti yang merupakan karya sastra masterpiece pujangga Raden Ngabehi Yasadipura.
Selain menguak tentang Perang Suksesi Jawa III, Perjanjian Giyanti (Palihan Nagari), dan Perjanjian Salatiga; buku ini pula menilik tentang sejarah Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, dan Praja Mangkunegaran pasca kedua perjanjian tersebut. Dengan demikian diharapkan, Anda akan memperoleh pengetahuan secara lengkap mengenai sejarah kerajaan-kerajaan di Jawa pasca Kasunanan Kartasura yang tidak dikisahkan di dalam Babad Tanah Jawa.[]

SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN BESAR DI NUSANTARA

Kategori: Sejarah Populer
Penulis: Sri Wintala Achmad
Judul: SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN BESAR DI NUSANTARA
Penerbit: Araska Publisher
(STOK HABIS)



Deskripsi:
Sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terbentuk, Nusantara semula merupakan wilayah yang dikuasai ratusan kerajaan baik besar maupun kecil (kerajaan bawahan). Di Sumatera, terdapat Kerajaan Sriwijaya, Samudra Pasai, dll. Di Kalimantan, terdapat Kerajaan Kutai Martapura, Kutai Kartanegara, dll. Di Sulawesi, terdapat Kerajaan Goa, Bone, dll. Di Sunda, terdapat Kerajaan Salakanagara, Tarumanagara, Sunda-Galuh, Pakuan Pajajaran, dll. Di Jawa, terdapat Kerajaan Medang, Kadiri, Majapahit, Mataram, dll.
            Setiap kerajaan yang muncul di bumi Nusantara memiliki sejarahnya sendiri – sejarah yang berkaitan dengan masa awal berdiri, masa kejayaan, dan masa surutnya. Sebab itu, banyak kerajaan yang muncul kemudian berjaya dan tenggelam dikarenakan faktor bencana alam, pemberontakan, atau serangan dari negara (pihak) lain. Serangan tersebut bukan hanya datang dari negara lain, namun bisa datang dari kaum kolonial semisal VOC (Belanda).
            Melacak jejak sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara sangat menarik. Karenanya melalui buku ini, penulis akan menguak sejarah kerajaan-kerajaan besar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Sunda, Jawa, dan Bali.
Buku ini pula menginformasikan tentang ratusan kerajaan kecil yang tersebar di wilayah Nusantara. Dengan demikian, pembaca akan semakin mengetahui bahwa Nusantara semula merupakan gudang kerajaan yang bukan sekadar saling menjalin kerjasama namun pula saling bermusuhan antara satu dengan lainnya dikarenakan faktor perebutan kekuasaan.[ ]